Selamat Datang di www.laju77.org, Agen Judi Online Terbaik, Dapatkan Bonus Deposit setiap hari, Cashback setiap hari senin, Rollingan 1% Poker Online

Kutukan Spanyol dan Kegagalan Pep Guardiola di UCL

Laju77.org – Pep Guardiola tidak pernah lagi mencicipi gelar kampiun kompetisi Eropa dalam tujuh tahun pamungkas. Selama periode tersebut, timnya berulang kali dikandaskan ‘wakil Spanyol’.

Nama Pep Guardiola mulai diperhitungkan sebagai salah satu manager muda paling bersinar selepas dua kali mengantarkan Barca kampiun Liga Champions Eropa (2008-09, 2010-11), tiga kampiun LaLiga, dua Copa del Rey, tiga Piala Super Spanyol, dua Piala Super Eropa serta dua Piala Dunia Antarklub.

Rekam jejak apik bersama Barca jadi jaminan mutu Guardiola yang membuat banyak klub berminat memakai jasanya. Pada pertengahan 2013, ia menerima tawaran melatih Bayern Munchen selepas setahun berisirahat selepas meninggalkan Barca pada Juni 2012.

Di musim perdananya menangani Die Roten, Guardiola mampu membawa Munchen melaju ke semifinal Liga Champions Eropa 2013-14. Sayang, Munchen harus gagal ke final selepas kalah agregat 0-5 dari El Real.

Semusim berselang, Guardiola lagi-lagi sukses meloloskan Munchen ke empat besar Liga Champions Eropa dan jumpa eks timnya, Barca. Alih-alih menebus kegagalan musim sebelumnya, Munchen kembali gagal ke final karena kalah agregat 3-5 dari Los Blaugrana.

2015-16 menjadi musim pamungkas Guardiola menangani Munchen. Berambisi mempersembahkan gelar Eropa sebelum pindah, Guardiola justru harus kembali menelan kekecewaan.

Munchen memang kembali lolos ke semifinal, tapi mereka lagi-lagi anti-klimaks. Selepas El Real dan Barca, giliran Atletico Madrid yang menjadi batu sandungan bagi Die Roten. Walaupun agregat seri 2-2, Atletico unggul produktifitas gol tandang.

Meninggalkan Munchen, Guardiola resmi menjadi manager anyar ManCity pada Juni 2016. Capaiannya bersama City di level Eropa terbilang tidak sebaik di klub-klub sebelumnya.

Di musim 2016-17, City cuma sampai babak 16 besar selepas disingkirkan AS Monaco yang saat itu masih diperkuat Kylian Mbappe. Monaco ke perempat final berkat keunggulan gol tandang selepas agregat seri 6-6.

Semusim berselang, Guardiola memang sukses mempersembahkan kampiun Liga Premier Inggris. Tapi, prestasi tersebut gagal berlanjut di level Eropa. ManCitys terhenti langkahnya di perempat final selepas kalah agregat 1-5 dari The Reds.

Musim ini, Guardiola lagi-lagi belum mampu lepas dari kutukan ‘Spanyol’ di Liga Champions Eropa. ManCity. Gol penyerang Tottenham Hotspur asal Spanyol, Fernando Llorente, menjadikan skor akhir 3-4 untuk keunggulan City pada leg kedua perempat final di Etihad Stadium, Hari Kamis (18/4/2019) kemarin.

Walaupun menang, tapi ManCitys tetap tersingkir karena Tottenham bisa mencetak lebih banyak gol di pertandingan tandang (3 gol) selepas agregat seri 4-4.